Yang Tersisihkan dalam Pekatnya Jalur Solo – Kutoarjo

Walaupun berada di jalur aktif, bukan jaminan bagi sebuah stasiun ataupun halte untuk terus digunakan. Hal ini dialami oleh beberapa stasiun dan halte yang berada di jalur Solo – Kutoarjo, tepatnya setelah dioperasikannya double track. Bahkan ada yang sudah mati jauh sebelum itu.

Beberapa stasiun ditutup karena alasan efisiensi, karena tidak ada persilangan, dan lokasi antar stasiun yang terlalu dekat. Tetapi ada juga stasiun yang ditutup karena lokasinya dipindah untuk mendukung system transportasi antarmoda, yaitu Stasiun Maguwo. Selain ditutup, bahkan ada stasiun yang harus dibongkar karena lahannya digunakan untuk membuat jalur double track, seperti Stasiun Gawok dan Sedayu.

Berikut sedikit kisah tentang blusukan saya di stasiun dan halte yang tersisihkan di jalur Solo – Kutoarjo.

 

Stasiun Gawok

Stasiun ini berada di daerah Gawok, Gatak, Sukoharjo dan merupakan satu-satunya stasiun yang masih aktif di wilayah Sukoharjo. Tidak sulit menemukan stasiun ini karena berada di jalan penghubung antara Kartasura – Wonosari – Solo – Baki. Sebenarnya stasiun ini tidak termasuk ke dalam kategori stasiun mati. Namun, karena bangunan lama stasiun yang sudah tidak ada saya rasa patut untuk dimasukkan juga.

Bangunan Stasiun Gawok yang sekarang merupakan bangunan baru, bangunan yang lama telah dibongkar pada sekitar tahun 2007 karena pembangunan double track. Lokasi bangunan Stasiun Gawok yang lama berada di sisi timur rel, sedangkan yang sekarang berada di sisi barat rel. Sudah tidak bersisa bangunan lama, hanya terdapat sedikit pondasi saja yang terlihat. Selain itu, saya masih bisa menemui sebuah patok milik NIS yang masih berdiri. Saya sendiri sebenarnya belum pernah melihat langsung kondisi stasiun yang lama sebelum dibongkar, hanya foto kuno yang memperlihatkan situasi Stasiun Gawok ketika tahun 1920.

Bangunan Lama Stasiun Gawok, tahun 1920 (source: wikipedia)

 

P1000984

Perkiraan Lokasi Lama Stasiun Gawok (30/10/2010)

 

P1000980

P1000981

P1000978

P1000977

P1000976

Kondisi Stasiun Gawok (30/10/2010)

 

P1000979

Patok NIS di Stasiun Gawok (30/10/2010)

 

Stasiun Ketandan

Stasiun Ketandan merupakan sebuah stasiun yang berada di daerah Ketandan, Klaten. Cukup mudah mencari lokasinya, yaitu di bangjo perempatan RS Islam Klaten kemudian berbelok ke selatan menuju Jalan Mataram. Setelah mengikuti jalan kemudian akan bertemu dengan pos PJL, bangunan bekas Stasiun Ketandan ada di seberang jalan.

Kondisinya sudah tak tampak seperti stasiun lagi, lebih mirip dengan bangunan tempat kos yang berderet. Benar saja, karena pintu tengah stasiun telah ditutup tembok. Kondisi yang mengenaskan terdapat pada bangunan bekas toilet yang sudah rusak dan hampir hancur. Pada kondisi bagian depan masih terdapat pintu dan jendela yang masih asli.

Stasiun ini ditutup setelah dioperasikannya double track, karena sudah tidak terjadi persilangan dan lokasinya yang terlalu dekat dengan Stasiun Klaten. Setelah ditutup pada tahun 2008 kemudian bekas bangunannya digunakan untuk tempat beristirahat bagi petugas PJL atau petugas lainnya yang kebetulan bertugas di tempat itu. Namun, sekarang sudah tidak digunakan lagi.

ketandan1

ketandan8

ketandan7

ketandan6

ketandan5

ketandan4

ketandan3

ketandan2

Kondisi Stasiun Ketandan (15/05/2014)

 

Stasiun Kalasan

Stasiun Kalasan merupakan stasiun yang berada di daerah Tirtomartani, Kalasan, Sleman. Semasa aktifnya stasiun ini merupakan stasiun paling timur di Yogyakarta. Cukup mudah untuk mencari keberadaan stasiun ini karena dekat dengan jalan raya Solo – Jogja. Dari jalan raya kemudian belok ke selatan menuju Jalan Tanjungtirto (Jalan alternatif menuju Berbah). Stasiun ini ditutup sejak tahun 2008 untuk efisiensi karena sudah tidak terjadi persilangan dan lokasinya yang terlalu dekat dengan Stasiun Brambanan dan Maguwo.

Kondisi bangunannya masih baik, cenderung sangat bersih pada bagian lantai, terlihat seperti dibersihkan setiap hari. Namun, pada bagian dalam ruangan PPKA terdapat banyak sampah dan barang-barang serupa benda masak, tampaknya dipakai oleh seorang tuna wisma untuk tinggal. Dalam kompleks stasiun ini juga terdapat sebuah gudang di sebelah timur stasiun, dengan kondisi yang masih baik juga. Selain itu, di depan stasiun masih terdapat dua buah rumah dinas yang terlihat sangat terawat karena masih ditinggali.

kalasan1

kalasan2

 

kalasan3

kalasan7

kalasan8

kalasan9

kalasan13

kalasan16

kalasan19

Kondisi Stasiun Kalasan (04/06/2011)

 

kalasan17

kalasan18

Rumah Dinas Stasiun Kalasan (04/06/2011)

 

Stasiun Maguwo

Stasiun Maguwo merupakan stasiun yang terdapat di daerah Maguwoharjo, Sleman. Lokasi stasiun ini berada di kompleks perumahan Angkasa Pura, tepatnya sebelah utara pangkalan TNI AU Adisucipto. Berbeda dari stasiun lain di sekitarnya, stasiun ini berdinding kayu, terkesan klasik.

Walaupun sudah tidak digunakan lagi, tetapi stasiun ini masih terlihat baik, bahkan malah terlihat baru. Tentu saja, karena pihak PT KAI melalui Pusat Pelestarian Benda dan Bangunan telah merenovasi Stasiun Maguwo pada tahun 2010. Akan tetapi, setelah selesai direnovasi bentuk bangunan yang baru terlihat berbeda dengan bangunan lama, terlihat pada atap bagian tengah.

Stasiun ini terpaksa ditutup pada tahun 2008 karena lokasinya terlalu jauh dari Terminal Penumpang Bandara Adisucipto sehingga dibangunlah stasiun yang baru, yang lebih dekat dengan bandara, yang kala itu pemerintah mulai menggalakkan sistem transportasi antarmoda. Semasa aktifnya stasiun ini dulu digunakan untuk bongkar muat avtur dan pupuk.

Stasiun Maguwo sebelum direnovasi (source: Flickr.com)

 

maguwo1

maguwo2

maguwo3

maguwo4

maguwo7

 

maguwo9

maguwo10

maguwo12

Kondisi Stasiun Maguwo (04/06/2011)

 

maguwo8

Gudang Pupuk Stasiun Maguwo (04/06/2011)

 

Stasiun Sedayu

Stasiun Sedayu merupakan stasiun non-aktif di daerah Argomulyo, Sedayu, Bantul. Lokasinya sendiri tidak sulit untuk ditemukan. Dari jalan raya Jogja – Wates kemudian berbelok ke utara di pertigaan bangjo Sedayu sekitar 2 km. stasiun ini ditutup kemungkinan karena jarak yang terlalu dekat dengan Stasiun Rewulu, sehingga demi efisiensi terpaksa ditutup.

Senasib dengan Stasiun Gawok, stasiun ini juga telah dibongkar untuk pembangunan double track, sehingga tidak dapat dijumpai lagi bangunan stasiun. Hanya dua buah rumah dinas yang masih berdiri, itu pun tidak terawat, sepertinya sudah lama tidak ditinggali. Jauh sebelum dibongkar, stasiun ini sudah tidak aktif sejak tahun 90-an. Pada masa agresi militer Belanda, stasiun ini sempat dihancurkan, tetapi dibangun kembali setelah kemerdekaan.

sedayu1

Bekas Lokasi Stasiun Sedayu (15/05/2014)

 

sedayu4

sedayu3

sedayu2

sedayu5

sedayu6

Rumah Dinas Stasiun Sedayu (04/06/2011)

 

Halte Kalimenur

Halte Kalimenur merupakan halte yang terdapat di daerah Sukoreno, Sentolo, Kulonprogo. Banyak yang mengatakan bahwa Kalimenur adalah stasiun, tetapi sebenarnya adalah halte karena hanya terdapat ruang tunggu dan loket saja.

Halte ini sudah lama ditutup, yakni sekitar tahun 1974. Selain karena lokasinya yang tidak cocok untuk berhenti kereta karena berada pada jalur tikungan, juga penumpang yang naik dari halte ini kian menurun. Bangunan asli dari halte ini sebenarnya sudah pernah dibom oleh tentara Belanda. Namun, kerusakan tidak terlalu parah, sehingga masih bisa diperbaiki dan digunakan kembali.

Kondisi dari halte ini cukup memprihatinkan karena penuh dengan coretan, banyak atap yang bocor, dan tembok yang mulai rapuh. Bangunan yang paling parah kondisinya di antara yang lain.

kalimenur3

kalimenur1

kalimenur4

kalimenur5

kalimenur6

kalimenur7

kalimenur8

kalimenur10

kalimenur11

kalimenur12

Kondisi Halte Kalimenur (04/06/2011)

 

Stasiun Kedundang

Stasiun Kedundang merupakan stasiun yang berada di daerah Kaligintung, Temon, Kulonprogo. Stasiun ini ditutup pada tanggal 21 Juli 2007 karena sudah tidak ada persilangan lagi setelah dioperasikannya double track. Untuk menuju stasiun ini cukup mudah, dari jalan raya Wates – Purworejo, lalu berbelok ke utara di sebuah pertigaan setelah pertigaan Glagah.

Kondisi stasiun yang mirip Stasiun Bantul ini tidak terlalu baik. Banyak coretan di tembok meski tak sebanyak di Halte Kalimenur. Pada bagian plafon eternit juga banyak yang bolong, kemungkinan dirusak orang jahil. Selain itu, rumput dan ilalang juga tumbuh subur di sekitar lokasi.

Pada sebelah timur bangunan stasiun terdapat tiga buah rumah dinas yang cukup besar. Namun, kondisinya sudah rusak parah, banyak kaca jendela yang pecah, terkesan angker.

kedundang1

kedundang10

kedundang9

kedundang8

kedundang7

kedundang6

kedundang5

kedundang4

kedundang3

kedundang2

kedundang11

Kondisi Stasiun Kedundang (15/05/2014)

 

kedundang12

Kondisi Rumah Dinas Stasiun Kedundang (15/05/2014)

 

Stasiun Montelan

Stasiun Montelan merupakan stasiun yang berada di daerah Tanjung anom, Banyuurip, Purworejo, tepatnya di antara Stasiun Jenar dan Kutoarjo. Stasiun ini ditutup pada tanggal 18 Juli 2007, sedikit berbarengan dengan Stasiun Kedundang yang ditutup sesudahnya.

Sedikit sulit untuk menemukan lokasi stasiun ini karena lokasinya yang jauh dari jalan raya dan akses jalan yang kurang baik. Untuk menuju lokasi ada 2 cara yakni melewati  jalan lingkar selatan dan jalan raya Kutoarjo (tepatnya sebelah timur STIE Rajawali).

Kondisi stasiun ini masih terawat karena dulunya sebelum ditutup sempat mengalami renovasi. Seperti pada kebanyakan stasiun mati sebelumnya, lokasi ini juga banyak ditumbuhi rumput liar. Dulunya terdapat 3 jalur di stasiun ini, tetapi jalur yang paling utara kemudian dibongkar.

montelan1

montelan13

montelan12

montelan11

montelan10

montelan9

montelan8

montelan7

montelan6

montelan5 montelan4

montelan3

montelan2

Kondisi Stasiun Montelan (15/05/2014)

 

Demikian laporan blusukan stasiun dan halte mati di Jalur Solo – Kutoarjo. Semoga ke depan akan diperhatikan oleh pemerintah dan nasibnya lebih baik daripada sekarang.

 

*All pictures were taken by Aghi Wirawan and Tintony

Iklan

6 thoughts on “Yang Tersisihkan dalam Pekatnya Jalur Solo – Kutoarjo

  1. Bentuk stasiun Gawok lama hampir sama dengan stasiun Kalasan, hanya saja posisinya dibalik. Kalo Montelan itu yang kayaknya cuma punya 2 jalur mas, yg 3 jalur itu Kedundang. Jalur yang dicabut di Kedundang itu jalur nomor 2, yang nomor 3 dijadikan sepur lurus..

    1. Adakah fotonya? saya masih penasaran dengan kondisi bangunan Stasiun Gawok sebelum dibongkar.

      Mengenai Stasiun Montelan, saya mendapat informasi langsung dari pensiunan pegawai PT KAI yang dulu bekerja di stasiun tersebut, beliau mengatakan bahwa dulunya ada 3 jalur di Stasiun Montelan.

      Terima kasih untuk tambahan infonya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s